Lomban Kupatan Sungai Tayu

Lomban Kupatan Tayu Larungkan Kepala Kerbau dan Kepala Kambing. Nelayan “Mremo” Wisata Susur Sungai

TAYU. Ribuan pengunjung saksikan kirab larung sesaji lomban kupatan Tayu, pada Sabtu, (23/06/18). Tradisi ini sebagai ungkapan rasa bersyukur kepada Allah SWT yang melimpahkan rejeki dan keselamatan bagi warga masyarakat nelayan Tayu.

Sesaji kepala kerbau dan kepala kambing diarak mulai Balai Desa Sambiroto yang diikuti penampilan barongan, tong tek, Marching band, ketupat lepet dalam Replika kapal naga, dan sejumlah tampilan lainnya yang cukup menghibur warga. Tak ketinggalan pasukan merah putih dan para pelajar dan pramuka.

Kemeriahan makin Nampak ketika arak-arakan melewati alun – alun Tayu dan Pasar Tayu, utamanya karena pengunjung telah menunggu sejak pagi ingin menyaksikan prosesi ini. Arak-arakan kepala kerbau dan kepala kambing berakhir di TPI Desa Sambiroto untuk kemudian dilarung ke laut.

Maryono ketua panitia larung sesaji lomban kupatan tayu mengatakan bahwa ini adalah bentuk puji syukur para warga nelayan yang ada di Tayu atas rahmat, hidayah dan atas rejeki yang di limpahkanNya.

“Pagi ini warga nelayan yang ada di Tayu menyelenggarakan kegiatan larung sesaji lomban kupatan, mudah – mudahan berjalan lancar dengan baik, aman, tentram tidak ada masalah dari awal sampai akhir,” ungkapnya Maryono.

Sejumlah nelayan mengantar sesajen dengan perahunya menuju ke laut. Tempat pelapasan sesajen adalak di perbatasan sungai dan laut yang disebut lak. Sebelum dilepas, sesepuh dan nelayan berdoa bersama.

Larung sesaji yang berupa kepala kerbau dan kepala kambing akhirnya di lepas oleh Camat Tayu Abdul Rohim untuk di larungkan. Dalam sambutannya Abdul Rohim menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan penuh terselenggaranya kegiatan larung sesaji dalam rangka lomban kupatan sungai Tayu Kabupaten Pati. Dirinya berpesan supaya tetap kondusif, keamanan dan ketertiban tetap terjaga dan tetap selalu berdoa.

Mremo

Momen lomban kupatan Tayu ini ternyata memiliki daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin berlayar, sekedar berwisata susur sungai menuju ke laut.

Arifin, salah satu nelayan ikan tangkap pare saat ditemui reporter wartaphoto.net mengaku momen lomban ini adalah kesempatan untuk mremo (menawarkan jasa –red) naik perahunya bagi warga yang ingin susur sungai Tayu sampai di perbatasan Laut.

“Untuk perorang kami tarif dengan harga 15. 000, dengan jumlah penumpang 20 sampai 30 maksimal. Kita bisa 7 kali bolak – balik kesana selama acara ini berlangsung,”

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*